Desa Fiktif Penerima Dana Desa
Ruang Desa

Desa Fiktif Penerima Dana Desa

Desa Fiktif Penerima Dana Desa. Keserakahan manusia memang tidak ada habis-habisnya, baru-baru ini kita dikejutkan dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beserta jajarannya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI, yakni adanya desa- desa fiktif. Pernyataan ini sangat ironis mengingat Dana Desa sudah dikucurkan sejak 2014 lalu, dan baru diketahui publik setelah Dana Desa berjalan 5 tahun, yakni di tahun 2019.

Keberadaan Desa Fiktif Penerima Dana Desa ini tidak hanya merugikan Negara, tetapi juga berdampak terhadap Desa-Desa lain, para pihak yang selama ini gencar mengkampanyekan agar Dana Desa dihapus semakin lantang bersuara dan memperkuat argumen mereka bahwa Desa belum siap menerima Dana yang begitu besar dari pemerintah.

Desa Fiktif Penerima Dana Desa

Desa-Desa fiktif adalah Desa yang tidak berpenghuni, tetapi Desa tersebut ikut menerima Dana Desa, berikut sejumlah Desa yang dianggap Desa fiktif dikutip dari Kompas.com

  • Pulau kecil tak berpenghuni Halmahera

Lokasi yang disinyalir sebagi desa fiktif ini diketahui dari penyampaian Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hatari dari keterangan tertulis seperti dikutip kompas.com (7/11/2019)

  • Desa Uepai, Desa Morehe, dan Desa Ulu Meraka 

Ketiga Desa ini terletak di Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, tiga Desa ini semula memang ada, tetapi kemudian mengalami pemekaran, Desa Uepai naik status menjadi Kelurahan, Morahe masuk kawasan Hutan Lindung dan warganya hidup berpindah-pindah, dan Desa Ulu Meraka berpindah dari yang dulunya di Kecamatan Lambuya (Kecamatan induk) kemudian di Kecamatan Onembute (setelah pemekaran)

sesuai dengan hasil pemeriksaan Inspektorat Pemprov Sultra, tiga desa itu memang tidak ada, beruntung, Dana Desa sebesar Rp 5,8 miliar tidak dicairkan sejak tahun 2015, 2016, 2017, dan 2018.

Dana Desa ketiga Desa tersebut saat ini (7/11/2019) masih tersimpan di Kas Daerah.

  • Desa Wonorejo, Kalimantan

Salah satu yang disebut sebagai desa fiktif lainnya adalah Desa di Kalimantan. Desa tersebut adalah Desa Wonorejo, Desa ini disebut menerima bantuan selama 2 tahun. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Zulkifli, desa tersebut semula memang ada, namun kini desa tersebut kosong. Para penduduk menjual lahannya kepada salah satu perusahaan tambang, akhirnya sekarang Desa tersebut sudah tidak berpenghuni. Adapun laporan tentang desa Wonorejo yang telah kosong sudah dilaporkan untuk dihapuskan namun penghapusan belum dilakukan oleh pusat, sehingga desa Wonorejo masih tercatat sebagai penerima dana desa selama dua tahun terakhir. Dana Desa sudah dikembalikan ke pemerintah pusat.

Kesimpulan

Dari beberapa Desa yang disebutkan di atas, Dana Desa untuk Desa yang disinyalir fiktif ternyata tidak disalurkan Pemerintah Kabupaten ke Rekening Kas Desa, Dana Desa tersebut masih disimpan di Kas Daerah bahkan ada yang sudah dikembalikan ke pemerintah pusat seperti yang terjadi di Kalimantan.

Bagaimana dengan Dana Desa untuk Desa-Desa yang disinyalir fiktif di Daerah lain? semoga saja tidak seperti yang kita takutkan yaitu menjadi lahan korupsi untuk manusia-manusia serakah yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan nasib orang banyak.

Baca artikel menarik lainnya di RUANG DESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *